Terkadang, bahagia dan duka begitu dekat dengan kematian, sampai pada akhirnya, cinta tiada yang beda dihadapanNya.


Dan kehilangan, hanyalah masalah hitungan masa, serupa bahagia yg kapan pun biasa tiada.

Adalah engkau, cinta yang datang dengan manja, serupa kanak yang meminta gulagula—dengan pipi merona merah muda.
Adalah kita, para perindu yang mengulang kecupan di tengah derai hujan, hingga bisingnya desahan—tak lagi kita hiraukan.
Engkaulah, kekasih, yang begitu dekat dengan detak jantungku, hingga di setiap embusan napasku, selalu tersebut namamu.
Aku hanya ingin menjadi yang selalu, apa pun itu; selalu ada untukmu—di setiap embusan napasmu.
Kotak Perak Berpita Ungu
Kekasih, cinta ini telah kembali ada, dan masih sama seperti yang pernah kita lewati bersama, hanya saja, saat ini aku tak lagi menuntut apa-apa, hanya ingin membahagiakan dirimu sepanjang usia.
Satu Kata Satu Rasa
Arah mana lagi yang akan kutuju, jika semua jalan, kembali membawaku pulang; padamu.
Satu Kata Satu Rasa
Dan aku, ingin lebih lama lagi berkaca di matamu yang teduh. Kelak, cinta tak akan pernah sia-sia, sekali pun akan menyisakan luka.
Satu Kata Satu Rasa
Yakinkan hati saja, bahwasanya cinta, hanya untuk kita.
Tidak akan pernah ada perpisahan seperti yang kau pinta, biarkan Sang Maha Cinta saja yang akan menentukan akhir kisah kita.
Satu Kata Satu Rasa