Ada seucap nama yang mendenyutkan dinihari, seperti hendak bicara pada yang lampau; ternyata, rindu ini masih tentang kau.
Kepada cinta; maafkan aku yang pernah salah padamu, setulus pinta, sepenuh asa, setabah doa.
Di dunia ini, cinta dan kehidupan pasti mengalami perubahan, satu hal yang tak berubah adalah; gambar ayam di mangkok bubur dan mie instan.

- Gambar: Google Image

Di dunia ini, cinta dan kehidupan pasti mengalami perubahan, satu hal yang tak berubah adalah; gambar ayam di mangkok bubur dan mie instan.

- Gambar: Google Image

Ada yang pergi, ada juga yang kembali. Ada yang datang, ada juga yang tak pulang.

— Begitulah hidup, kerap berkelakar di antara batas impian, kenyataan, juga kenangan.

Kepada matahari yang hampir tenggelam, ajari kami cara merahasiakan kehilangan tanpa airmata.

— Jangan sandarkan kami pada nyerinya luka.

— Jangan hadapkan kami pada pedihnya duka.

Di suatu siang yang mendung, seorang lelaki menikmati kenangan yang sedang bertandang, diam-diam, dilarungkannya airmata yang takmampu lagi ia bendung.
Kenangan selalu punya banyak cara untuk menjatuhkan airmata.
Penantian
Terkadang, menunggu juga merasakan lelah, ingin berhenti, lalu pergi tanpa pernah kembali lagi, atau tetap di sini, terus menanti. Biar, biarlah semua menjadi urusan waktu, yang aku tahu, lelah bukan berarti menyerah.
Jangan lelah, sayang. Perjalanan cinta ini masih teramat panjang, pulanglah sebelum rindu tiba, biarkan sedih dan bahagia datang pada waktunya.

Jangan lelah, sayang. Perjalanan cinta ini masih teramat panjang, pulanglah sebelum rindu tiba, biarkan sedih dan bahagia datang pada waktunya.

Pada gigilnya pagi, aku melihat kanak-kanak rindu di tepi ranjang, sibuk merapikan serpihan mimpi yang kau pecahkan tadi malam.
Pada puisi, telah kuriwayatkan segala kenangan tentang kita, biar segala duka menjadi sempurna—tanpa airmata.