Lalu, ceritakan kepadaku bagaimana rasa sunyi itu, maka, akan kukisahkan bagaimana rasanya luka kehilanganmu.
Bagiku, bahagia itu sederhana; sesederhana kita yang saling bertukar-kabar, meski hanya sebaris kata.
Mungkin, ketulusan cinta adalah; ketika ia tak mampu mengartikan kata cinta sebagai apapun yang dirasa, sebab cinta, hanya mengenal cinta saja.
Cinta tak pernah mengumbar kata—meninggal janji, sejatinya ia pasti kembali, menjadi apapun ia, nikmatilah! Sebab dalam cinta tiada yang kalah.
Adalah kita; senja mulai memerah saga, menunggu rindu dilampiaskan bukan untuk dihempaskan.
Diamku dalam mencintaimu, adalah bahagiaku yang tak perlu kau tahu.
Sebab, hidup tak hanya diciptakan dari kecemasan dan kesakitan.
Aku pamit, kesedihan. Aku akan menghibur diri ke haribaan atau pada sisi Tuhan, agar aku tak merasa asing dengan tubuhku sendiri
Tunai sudah sebuah perjalanan ini, kawan, serupa mata yang tiba-tiba terpejam.
Pertemuan dan perpisahan, mungkin serupa takdir kematian.
Setiap sudut hati ini, adalah puisi cinta untukmu, sepanjang itu aku menulisnya, dan selalu saja ada kata baru tiap kali aku ingin menyudahinya.
Sebab, cinta tidak pernah merahasiakan apa-apa, hanya saja, kita terlalu sibuk menerka-nerka, lalu menjelma menjadi curiga.